1. Tata bintang dan Tata Surya
Tata bintang adalah sistem organisasi sekitar satu tahun
cahaya terdiri dari satu bintang dan jutaan hingga triliunan benda
langit kecil, dari planet, komet, asteroid, meteoroid, satelit, debu,
dan gas, semua terikat dengan gravitasi bersama. Ada tata bintang yang
terdiri dari bintang ganda, bintang rangkap tiga, bintang rangkap banyak
bahkan ratusan hingga jutaan bintang. Bila telah membentuk sistem lebih
dari sepuluh, tata bintang itu disebut kluster bintang. 85% bintang di
galaksi bima sakti adalah tata bintang ganda.
![]() |
| Tata bintang kita disebut tata surya |
2. Matahari sebagai Bintang
Bintang adalah benda langit tunggal yang memancarkan
cahaya sendiri. Matahari adalah salah satu bintang kuning biasa di alam
semesta. Usianya 5 miliar tahun. Korona matahari berukuran 20 kali
diameter matahari sendiri dan dapat disaksikan pada saat gerhana
matahari total. Matahari dan bintang pada umumnya memiliki bintik yang
merupakan daerah lebih dingin dari sekitarnya. Mereka juga memiliki
flare, sebuah juluran materi bintang yang mirip rambut api.
3. Planet
Planet adalah benda langit yang mengelilingi sebuah
bintang dalam orbit tidak saling memotong dan hampir melingkar, serta
tidak menghasilkan cahaya sendiri. Tata surya diakui memiliki delapan
planet. Planet dibedakan dari bahan penyusunnya, yaitu planet batu dan
planet gas. Contoh planet batu adalah mars, bumi, venus dan merkurius.
Contoh planet gas adalah yupiter, saturnus, uranus dan neptunus. Semua
planet gas memiliki satelit.
Selain planet, di tata surya kita juga terdapat planet
cebol. saat ini ada 5 planet cebol di tata surya, yaitu Pluto, Ceres,
Eris, Makemake dan Haumea. Haumea berbentuk sangat lonjong dan
permukaannya halus. Orbit Haumea kadang lebih dekat ke matahari
ketimbang Pluto, namun lebih sering lebih jauh. Haumea sendiri adalah
nama IAU dari 2003EL61, yang diambil dari nama Tuhan Hawaii. Haumea
memiliki dua buah satelit yang ditemukan tahun 2005, yang diberi nama
Hi'iaka dan Namaka, nama-nama putri sang Tuhan Hawai.
Planet yang mengelilingi bintang lain, maksudnya planet
yang tidak mengelilingi matahari, tetapi mengelilingi bintang tertentu
disebut planet ekstrasolar. Ada lebih dari 300 planet ekstrasolar yang
telah ditemukan. Beberapa diantaranya mengelilingi bintang yang mirip
dengan matahari. Sebagai contoh adalah bintang berjarak 500 tahun cahaya
di rasi Scorpius, ia hanya sedikit lebih massif dan lebih dingin dari
matahari. Namun ia jauh lebih muda, hanya beberapa juta tahun. Planet
yang terdeteksi mengelilinginya berukuran 8 kali Yupiter dan mengorbit
330 satuan astronomi dari bintangnya. Planet ini masih panas dan terang
dalam cahaya infra merah karena panas yang dibangkitkan dalam
pembentukannya oleh kontraksi gravitasi.
Planet juga ditemukan dalam sistem bintang ganda.
Sebagai contoh sistem bitang ganda BD+20 307. Sistem ini sangat berdebu
dan membuat sistem ini sangat terang pada panjang gelombang infra merah.
Sistem ini berusia sama dengan matahari dan debu yang mengelilinginya
berasal dari tabrakan dua planet seukuran bumi dan venus. BD+20 307
berjarak 300 tahun cahaya di arah rasi Aries.
4. Satelit
Satelit adalah benda langit yang sifatnya mirip planet
namun mengelilingi planet. Contoh satelit alam bumi adalah bulan.
Tumbukan meteor pada permukaan satelit planet gas dapat menghasilkan
cincin atau busur yang mengelilingi planet.
5. Asteroid
![]() |
| Asteroid |
Asteroid adalah batuan besar yang melayang di angkasa.
Asteroid merupakan bahan baku planet yang gagal menyatu sehingga tetap
menjadi batuan yang tercerai berai. Di tata surya, sumber asteroid utama
adalah sabuk asteroid di antara Mars dan Yupiter. Jumlahnya yang begitu
banyak membuat asteroid dinamakan dalam bentuk penomoran, seperti
asteroid 2867 Šteins, yang berpapasan dengan Rosetta bulan september
2008 dan 21 Lutetia yang akan dijumpainya bulan juli 2010.
6. Komet
Berdasarkan bentuk dan panjang lintasannya, komet dapat diklasifikasikan menjadi dua, yaitu sebagai berikut.
a. Komet berekor panjang, yaitu komet dengan garis lintasannya sangat jauh melalui daerah-daerah yang sangat dingin di angkasa sehingga berkesempatan menyerap gas-gas daerah yang dilaluinya. Ketika mendekati matahari, komet tersebut melepaskan gas sehingga membentuk koma dan ekor yang sangat panjang. Contohnya, komet Kohoutek yang melintas dekat matahari setiap 75.000 tahun sekali dan komet Halley setiap 76 tahun sekali.
b. Komet berekor pendek, yaitu komet dengan garis lintasannya sangat pendek sehingga kurang memiliki kesempatan untuk menyerap gas di daerah yang dilaluinya. Ketika mendekati matahari, komet tersebut melepaskan gas yang sangat sedikit sehingga hanya membentuk koma dan ekor yang sangat pendek bahkan hampir tidak berekor. Contohnya komet Encke yang melintas mendekati matahari setiap 3,3 tahun sekali.
a. Komet berekor panjang, yaitu komet dengan garis lintasannya sangat jauh melalui daerah-daerah yang sangat dingin di angkasa sehingga berkesempatan menyerap gas-gas daerah yang dilaluinya. Ketika mendekati matahari, komet tersebut melepaskan gas sehingga membentuk koma dan ekor yang sangat panjang. Contohnya, komet Kohoutek yang melintas dekat matahari setiap 75.000 tahun sekali dan komet Halley setiap 76 tahun sekali.
b. Komet berekor pendek, yaitu komet dengan garis lintasannya sangat pendek sehingga kurang memiliki kesempatan untuk menyerap gas di daerah yang dilaluinya. Ketika mendekati matahari, komet tersebut melepaskan gas yang sangat sedikit sehingga hanya membentuk koma dan ekor yang sangat pendek bahkan hampir tidak berekor. Contohnya komet Encke yang melintas mendekati matahari setiap 3,3 tahun sekali.
7. Meteoroid
| meteorit |







0 komentar:
Posting Komentar